Kamis, 24 Maret 2011

TEAM TEACHING (MENGAJAR BERKELOMPOK)

oleh
Alit Adi Sanjaya



 Konep Dasar Pengajaran Team Teaching
         Metode mengajar beregu (team teaching) merupakan suatu metode mengajar dimana pendidiknya (guru) jumlahnya lebih dari satu orang, dimana masing-masing pendidik ini akan mempunyai tugas tertentu. Biasanya dari beberapa guru ini akan ditunjuk satu orang sebagai kordinator. Tugas dari koordinator ini adalah untuk mengkoordinir dan mengkoordinasikan segala sesuatu yang akan menjadi visi dan misinya selama mengajar. Adapun cara pengujiannya adalah, setiap dari pendidik akan membuat soal, kemudian soal-aoal tersebut akan digabung dengan pendidik yang lain. Untuk ujian secara lisan, maka caranya adalah setiap siswa yang akan diuji harus langsung berhadapan team pendidik tersebut, dimana setiap team pendidik akan memberikan soal yang berbeda. Metode team teaching ini bermanfaat untuk memberikan pelayanan pengajaran yang lebih variatif pada siswa. Sistem ini dilakukan dengan cara menugaskan dua guru atau lebih untuk mengajar satu bidang mata studi pada siswa pada satu kelas. Dengan adanya team pengajar lebih dari satu orang ini, maka para siswa akan dapat lebih leluasa untuk menggali informasi lebih yang berhubungan dengan pelajaran yang bersangkutan.
          Tujuan dari metode pengajarn team teaching ini adalah untuk dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa. Selain itu, metode team teaching ini juga bermanfaat untuk bisa mengganti guru yang sewaktu-waktu berhalangan hadir untuk memberikan materi sebagai bahan pembelajaran kepada para siswa. Jadi disini guru harus bisa menguasai atau mengetahui bidang ilmu lain selain yang biasa diajarkannya. Dalam penerapannya, pendamping dapat berperan sebagai salah satu anggota team teaching, sebagai pengamat atau sebagai model.
         Sasaran utama dari pelaksanaan metode pengajaran team teaching ini adalah siswa yang akan menghadapi ujian nasional. Hal ini dikarenakan untuk dapat meningkatkan kualitas kelulusan siswa, soal-soal ujian nasional yang pada umumnya berasal dari materi baik dari kelas satu, kelas dua maupun kelas tiga, sehingga untuk mengajarkan siswa kelas tiga maka diperlukan guru kelas satu maupun guru kelas dua selain guru kelas tiga untuk mengajarkan materi tersebut. Disinilah peranan dari metode team teaching untuk dapat memudahkan siswa untuk mencerna materi yang diajarkan.
Alasan-alasan kenapa team teaching ini perlu dalam proses pembelajaran adalah:
1.      Perubahan dan perbaikan dalam pembelajaran secara bersama, tidak berpikir tersendiri – terisolasi
2.      Kecenderungan berkembangnya kebutuhan bekerja sama, berkolaborasi dan perkembangan unsur-unsur materi yang relevan
3.      Pembinaan karier, hubungan kolegial antar guru, utamanya guru yunior dan senior secara akademis
4.      Semakin berkembangnya model-model pembelajaran yang memerlukan telaah teori dan praktek secara ber tim – bersama

Langkah-Langkah Pelaksanaan Team Teaching
         Dalam penerapan metode pengajaran team teaching ini, diperlukan langkah-langkah untuk dapat terlaksana dengan baik. Secara umum, dapat dibagi menjadi empat langkah yaitu: pengumpulan data, pres test, treatment, dan post test. Adapun deskripsi tentang langkah-langkah pelaksanaan team teaching adalah sebagai berikut;

 1). Pengumpulan data
         Data disini adalah nilai siswa yang didapat dari hasil try out atau hasil ulangan semester satu, kemudian nilai tersebut dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu kelompok tinggi, kelompok sedang dan kelompok rendah, untuk siswa kelompok sedang tidak diberikan tambahan layanan intesif karena dianggap dalam posisi yang tidak mengkhawatirkan mereka dianggap mampu dalam mengerjakan soal-soal ujian, sedang kelompok tinggi dan kelompok rendah diberikan tambahan layanan intensif dengan pertimbangan, siswa kelompok tinggi diharapkan mampu memperoleh nilai maksimal bahkan nilai sempurna 10, hal ini memungkinkan karena bentuk soal ujian adalah multiple choice sedang kelompok rendah diharapkan bisa lulus dari batas nilai minimal yang distandarkan pemerintah.

2). Pre test
         Pada tahap ini pemberian pre test dimaksudkan untuk mengetahui materi-materi apa yang tidak dikuasai oleh siswa terutama materi essensial (materi yang sering muncul pada soal-soal UAN) sehingga guru dapat menyiapkan materi tersebut yang akan disampaikan melaui pembahasan atau latihan soal.
3). Treatment
         Pada kelompok rendah dibagi lagi menjadi sub kelompok yang terdiri dari delapan sampai sepuluh siswa untuk tujuan efektifitas. Karena kalau jumlah siswa terlalu banyak guru tidak dapat mengakomodasi dengan baik. Tiap sub kelompok di fasilitasi oleh seorang guru, mengerjakan soal dan mendiskusikannya besama-sama atau secara individu. Hal yang sama juga dilaksanakan pada kelompok tinggi. Kegiatan ini berlangsung selama tiga atau empat kali pertemuan.

4). Post test
         Setelah mendapatkan beberapa kali treatment siswa dilihat pencapaian prestasinya melalui pos test yang dilaksanakan untuk mengukur sejauh mana perolehan siswa setelah diberi treatment secara intensif dengan menggunakan metode Team Teaching apakah ada peningkatan atau tidak, berdasarkan pengalaman yang telah diterapkan oleh penulis, bahwa metode team teaching bisa meningkatkan perolehan nilai siswa dalam menghadapi ujian akhir nasional. Tentunya ini adalah salah satu dari sekian banyak metode yang diharapkan bisa dijadikan referensi oleh pembaca. Pada prinsipnya komitmen tinggi dan niat yang tulus dari seorang pendidik untuk meningkatkan kualitas pribadi adalah kunci keberhasilan dalam menciptakan generasi masa depan yang siap bersaing di era global. 

Cara Penataan Kelas Dalam Penggunaan Model Pengajaran Team Teaching.
            Dalam implementasi model pengajaran team teaching, perlu diadakan penataan kelas supaya dalam pelaksanaannya dapat tercapai dengan optimal. Disini penulis akan memberikan beberapa model penataan kelas yang dapat diaplikasikan. Ada enam model pengajaran team teaching yang masing-masing mempunyai karakteristik tertentu, misalnya dalam satu kelas ada satu orang guru atau sampai ada empat guru dalam satu kelas. 




Secara umum, metode pengajaran dengan team teaching ada dua macam yaitu semi team teaching dan team teaching penuh.

 1. Semi Team Teaching :
Tipe 1     = Sejumlah guru mengajar mata pelajaran yang sama di kelas berbeda. Perencanaan materi dan metode disepakati bersama-sama.
Tipe 2a   =  Satu mata pelajaran disajikan oleh sejumlah guru, bergantian dengan pembagian tugas-materi dan evaluasi oleh guru masing-masing. Setiap guru akan menetukan materi atau bahan ajar dan menyajikannya sendiri, mengevaluasi dengan sendiri-sendiri, kemudian hasil evaluasi akan digabung dengan guru yang lain.
Tipe 2b   =  Satu mata pelajaran  disajikan oleh  sejumlah guru, perencanaan materi dilakukan secara bersama-sama, kemudian pelaksanaan dengan pembagian tugas sesuai dengan kemampuan. Evaluasi dapat dikakukan secara bersama-sama atau sendiri-sendiri.

 2. Team Teaching Penuh
Tipe 3     =  Satu tim terdiri dari dua orang guru atau lebih, waktu dan kelas sama, pembelajaran mata pelajaran / materi tertentu secara bersama. Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi secara bersama dan sepakat.

Variasi team teaching Penuh
1.      Pelaksanaan bersama, seorang guru sebagai penyaji atau menyampaikan informasi, seorang guru membimbing diskusi kelompok atau membimbing latihan individual
2.     Anggota tim secara bergantian menyajikan topik/materi. Diskusi / tanya jawab dibimbing secara bersama dan saling melengkapi jawaban dari anggota tim
3.      Seorang guru (senior) menyajikan langkah – latihan, observasi, praktek dan informasi seperlunya. Kelas dibagi dalam kelompok, setiap kelmpk dipandu seorang guru (tutor, fasilitator, mediator). Akhir perkuliahan masing-masing kelompok menyajikan laporan (lisan/tertulis) dan ditanggapi bersama serta disimpulkan bersama.

 Dalam mengimplemetasikan team teaching, ada beberapa kunci untuk mencapai kesuksesan. Adapun kunci kesuksesan resebut adalah:
  1. Memiliki kemauan, komitmen dlm team teaching, bukan terpaksa
  2. Menyadari adanya keterbatasan (pengetahuan, waktu, komunikasi) pada dirinya
  3. Mau memberi kepercayaan kepada orang lain dan memegang kepercayaan orang lain (saling percaya)
  4. Mengalami bekerja dalam satu tim
  5. Memiliki pribadi yang sehat, terbuka,  emosional, tidsk mudah putus asa
  6. Mampu berkomunikasi efektif
  7. Mampu mengembangkan bidang keahlian atau bidang lain



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar