Minggu, 13 Maret 2011

TINJAUAN TENTANG SPORA JAMUR

oleh
Alit Adi Sanjaya


Secara ilmiah fungi berkembang biak dengan berbagai cara, baik secara aseksual dengan pembelahan, penguncupan, atau pembentukan spora, dapat pula secara seksual dengan peleburan nukleus dari dua sel induknya (Pelczar, et al., 1986).  Spora seksual yang berfungsi untuk menyebarkan spesies dibentuk dalam jumlah besar. Ada banyak macam spora seksual yang dapat dihasilkan, yaitu sebagai berikut (Pleczar, et al., 1986 dan Tortora, et al., 2003).
1.      Konidiospora atau konidium
Konidium yang kecil dan bersel satu disebut mikrokonidium. Konidium yang besar bersel banyak disebut makrokonidium. Konidium dibentuk di ujung atau di sisi suatu hifa.
2.      Sporangiospora
Spora bersel satu ini terbentuk di dalam kantong yang disebut sporangium di ujung hifa khusus (sporangiosfor). Alpanospora ialah sporangiospora nonmotil. Zoospora ialah sporangiospora yang motil, motilitasnya disebabkan oleh adanya flagelum.
3.      Oidium atau artrospora
Spora bersel satu ini terbentuk karena terputusnya sel-sel hifa.
4.      Klamidiospora
Spora bersel satu yang berdinding tebal ini sangat resisten dengan keadaan yang buruk, terbentuk dari sel-sel hifa somatik.
5.      Blastospora
Tunas atau kuncup pada sel-sel khamir disebut blatospra.

Spora seksual. Yang dihasilkan dari peleburan dua nukleus terbentuk lebih jarang dan jumlahnya yang lebih sedikit dibandingkan dengan spora aseksual dan terbentuk dalam keadaan tertentu. Ada beberapa tipe spora seksual yaitu sebagaia berikut.
1.      Askospora
Sopra bersel satu ini terbentuk di dalam pundi atau kantong yang dinamakan askus. Biasanya terdapat delapan askospora di dalam setiap askus.
2.      Basidiospora
Spora bersel satu ini terbentu diatas struktur berbentuk gada yang dinamakan basidium.
3.      Zigospora
Zigospora adalah spora besar berdinding tebal yang terbentuk apabila ujung-ujung dua hifa yang secara seksual serasi, disebut juga gametangia.
4.      Oospora
Spora ini terbentuk di dalam struktur betina khusus yang disebut ooginium. Pembuahan telur, atau oosfer oleh gamet jantan yang terbentuk di dalam anteredium menghasilkan oospora. Dalam setiap oogonium dapat ada satu atau beberapa oosfer. 

Daftar pustaka tidak dicantumkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar