Jumat, 01 April 2011

SEL DARAH PADA MANUSIA (HUMAN BLOOD CELLS)

Oleh
Alit Adi Sanjaya


Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah. Darah manusia bewarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.

Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior. Darah juga mengangkut bahan bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni.

Kepingan eritrosit manusia memiliki diameter sekitar 6-8 μm dan ketebalan 2 μm, lebih kecil daripada sel-sel lainnya yang terdapat pada tubuh manusia. Eritrosit normal memiliki volume sekitar 9 fL (9 femtoliter) Sekitar sepertiga dari volume diisi oleh hemoglobin, total dari 270 juta molekul hemoglobin, dimana setiap molekul membawa 4 gugus heme. Orang dewasa memiliki 2–3 × 1013 eritrosit setiap waktu (wanita memiliki 4-5 juta eritrosit per mikroliter darah dan pria memiliki 5-6 juta. Sedangkan orang yang tinggal di dataran tinggi yang memiliki kadar oksigen yang rendah maka cenderung untuk memiliki sel darah merah yang lebih banyak). Eritrosit terkandung di darah dalam jumlah yang tinggi dibandingkan dengan partikel darah yang lain, seperti misalnya sel darah putih. Pada manusia, hemoglobin dalam sel darah merah mempunyai peran untuk mengantarkan lebih dari 98% oksigen ke seluruh tubuh, sedangkan sisanya terlarut dalam plasma darah. Eritrosit dalam tubuh manusia menyimpan sekitar 2.5 gram besi, mewakili sekitar 65% kandungan besi di dalam tubuh manusia.  
      
Komposisi darah terdiri dari:
·       Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99%).
Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit menderita penyakit anemia.


·       Keping-keping darah atau trombosit (0,6 - 1,0%)
Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah. Gambar trombosit dapat dilihat dibawah ini pada nomor 1.


·       Sel darah putih atau leukosit (0,2%)
Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit menderita penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit menderita penyakit leukopenia.

·           Plasma darah
Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung : albumin, bahan pembeku darah, immunoglobin (antibodi), hormon, berbagai jenis protein, berbagai jenis garam.


Proses dimana eritrosit diproduksi dinamakan eritropoiesis. Secara terus-menerus, eritrosit diproduksi di sumsum tulang merah, dengan laju produksi sekitar 2 juta eritrosit per detik (Pada embrio, hati berperan sebagai pusat produksi eritrosit utama). Produksi dapat distimulasi oleh hormon eritropoietin (EPO) yang disintesa oleh ginjal. Hormon ini sering digunakan dalam aktivitas olahraga sebagai doping. Saat sebelum dan sesudah meninggalkan sumsum tulang belakang, sel yang berkembang ini dinamai retikulosit dan jumlahnya sekitar 1% dari seluruh darah yang beredar. Eritrosit dikembangkan dari sel punca melalui retikulosit untuk mendewasakan eritrosit dalam waktu sekitar 7 hari dan eritrosit dewasa akan hidup selama 100-120 hari.
readmore »»  
Oleh
Alit Adi Sanjaya



Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Golongan darah dikelompokkan menjadi 4, yaitu; A, B, O, dan AB.
Penetapan penggolongan darah didasarkan pada ada tidaknya antigen sel darah merah A dan B. Individu-individu dengan golongan darah A mempunyai antigen A yang terdapat pada sel darah merah, individu dengan golongan darah B mempunyai antigen B, dan individu dengan golongan darah O tidak mempunyai kedua antigen tersebut. Jika aglutinin anti A bercampur dengan aglutinogen A atau aglutinin anti B dengan aglutinogen B maka akan terjadi reaksi penggumpalan (aglutinasi). Dengan proses : mula-mula aglutinin melekatkan diri pada eritrosit , karena agglutinin memiliki dua pengikatan atau sepuluh pengikatan maka satu  agglutinin dapat mengikat satu atau lebih eritrosit yang berbeda-beda pada waktu yang sama, sehingga menyebabkan sel melekat satu sama lain dan terjadilah penggumpalan.selama beberapa jam atau beberapa hari berikutnya, leukosit dari sistem makrofag jaringan akan menghancurkan sel-sel yang mengalami aglutinasi. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian.

Golongan

Sel Darah Merah

Plasma

A
Antigen A

Antibodi A

B
Antigen B

Antibodi B

AB
Antigen A & B

Tidak ada antibodi

O
Tidak ada antigen

Antibodi Anti A & Anti B


Berdasarkan Rh (Rhesus) penggolongan darah dapat dibedakan menjadi (Rh+) dan (Rh -) . Kira-kira 85% dari selururh bangsa kulit putih adalah (Rh+) dan 15% adalah (Rh-). Bila orang yang bergolongan darah (Rh -) yang belum pernah terpapar oleh darah, tranfusi dengan (Rh+) tidak menimbulkan reaksi aglutinasi. Meskipun demikian pada tubuh orang tersebut terbentuk antibody anti-Rh pada 2-4 minggu berikutnya, yang pada beberappa orang menimbulkan aglutinasi dari sel-sel yang ditranfusikan yang masih terdapat di dalam darah. Sel-sel ini kemudian dihemolisis oleh sistem makrofag. Jadi terdapat reaksi tranfusi yang lambat , walaupun ringan. Tetapi, jika terjadi transfuse berikutnya dengan (Rh+) pada orang yang sama reaksi tranfusi menjadi sangat hebat dan menjadi berat seperti rekasi tranfusi antara golongan darah A dengan golongan darah B.Untuk mengetahui tipe Rh golongan darah seseorang dapat diketahui dengan dilakukan pemeriksaan dengan bantuan serum antigen D.
readmore »»  

HEMOGLOBIN (Hb)

Oleh.
Alit Adi Sanjaya



Di dalam tubuh manusia terdapat sebuah sistem organ yang mengatur transportasi atau sirkulasi zat-zat yang ada di dalam tubuh. Selain itu, sistem sirkulasi juga mengantarkan zat-zat keluar tubuh atau masuk ke dalam tubuh. Di dalam sistem sirkulasi, organ yang terlibat adalah darah dan alat-alat peredaran darah (jantung dan pembuluh darah). Darah memegang peranan yang dangat penting dalam sistem sirkulasi manusia. Lebih dari 8% berat tubuh manusia merupakan darah.

Darah merupakan medium transport di samping cairan limfe. Volume darah pada orang dewasa kurang lebih sepertigabelas dari berat tubuhnya. Jaringan darah mempunyai beberapa fungsi antara lain:
1)    Mengangkut material di dalam tubuh dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain.
2)    Mengatur suhu tubuh.
3)    Mempertahankan tubuh dari serangan benda asing atau mikroorganisme pathogen.
4)    Mengatur keseimbangan pH cairan tubuh.
5)    Menutup luka dengan proses pembekuan darah.

Darah terdiri dari bagian cair (plasma darah) dan sel-sel darah yang mengisi sirkulasi tertutup dalam gerakan teratur, didorong terutama oleh kontraksi ritmis otot jantung. Hematokrit (adalah persentase sel-sel darah) normalnya 40-50%, dan bagian plasma sekitar 60% dari seluruh jaringan darah. Plasma darah terdiri dari 90% air dan 10% zat-zat yang larut didalamnya. Sedangkan sel-sel darah terdiri dari eritrosit, leukosit dan trombosit.

Eritrosit manusia tidak mempunyai inti, berbentuk cakram bikonkaf dengan garis tengah 7,2 μm tebalnya (bagian yang paling tebal) 2 mikron sedangkan bagian yang ditengah-tengah tebalnya satu micron  atau kurang. Bentuk bikonkaf menyebabkan eritrosit mempunyai permukaan yang luas sehingga mempermudah pertukaran gas. Volume rata-rata eritrosit adalah sebesar 83 mikron kubik. Eritrosit sangat fleksibel, dan ini memungkinkan eritrosit beradaptasi terhadap bentuk ireguler dan garis tengah kapiler yang kecil.

Eritrosit manusia dapat hidup dalam sirkulasi sekitar 120 hari. Setelah itu eritrosit akan dirombak dalam hati. Hemoglobinnya akan diuraikan menjadi bilirubin, suatu zat yang dapat menyebabkan warna biru kehijauan pada empedu. Pada laki-laki normal jumlah eritrosit rata-rata 5.200.000 (± 300.000) permililiter darah, sedang pada perempuan yang normal jumlah eritrositnya adalah 4.700.000 (± 300.000). Jumlah eritrosit ini bervariasi pada pada kedua jenis kelamin, perbedaan umur, serta dipengaruhi oleh ketinggian tempat tinggal seseorang. 

Fungsi utama dari eritrosit adalah mengangkut oksigen. Dalam eritrosit terdapat hemoglobin (Hb). Hb berfungsi mengikat oksigen (HbO2) dengan lemah dan reversibel. Disamping itu Hb juga berikatan dengan karbondioksida (HbCO)2. Eritrosit mempunyai kemampuan untuk mengkonsentrasikan hemoglobin dalam cairan selnya (stroma) sampai sekitar 34 gram per 100 ml.  Jika hematokrit normal, yaitu antara 40-45% dan jumlah Hb dalam tiap-tiap sel normal pula, maka darah seorang laki-laki rata-rata mengandung 16 gram Hb per 100 ml, sedangkan darah perempuan 14 gram. Tiap-tiap gram Hb mengikat kira-kira 1,39 ml oksigen karena itu, dalam tiap-tiap 100 ml darah yang normal pada laki-laki dapat mengangkut 21 ml oksigen , dan pada perempuan19 ml oksigen.

Pada umumnya bentuk hemoglobin pada orang dewasa adalah hemoglobin A, dimana merupakan gabungan antara dua rantai alfa dan dua rantai beta. Setiap molekul Hb mengandung 4 hem, oleh karena itu satu molekul Hb mengandung empat atom besi dan dapat mengangkut 4 molekul oksigen. 
readmore »»